Penyu Juga Makhluk Hidup

Penyu adalah hewan laut yang sangat dilindungi saat ini, pada tanggal 08 april 2013 pukul 17:00 dilakukan pelepasan penyu di pantai Lampuuk, Kabupaten Aceh besar, perjalanan sekitar 15 – 20 menit dari kota Banda Aceh. anak penyu ini adalah hasil dari penangkaran oleh komunitas dari daerah tersebut (lampuuk) dan hari itu adalah pelepasan penyu yang di ikuti oleh beberapa komunitas lingkungan, media massa, wisatawan lokal-luar negeri dan PHOTOgrapher. ada 2 jenis penyu yang di lepas yaitu penyu sisik dan penyu belimbing. Namun ceremonial tadi bukan seperti yang aku bayangkan sebelumnya, melihat penyu bisa bahagia lepas ke Alam liar nya, tapi pelepasan tadi adalah bencana dan ketakutan penyu yang aku pikir sama jika aku menjadi penyu di mana penyu di ekploitasi dalam pangambilan moment gambar, penyu di kelilingi hingga terlihat strees akan pergerakan manusia yang begitu banyak.

Sebenarnya panitia sudah membuat pembatas untuk para pengunjung dan photographer, namun pembatas yang hanya beberapa pacuk kayu kecil dan di ikat dengan tali plastik bukanlah hal yang menjadi pembatas untuk tidak dilewati atau langkahi namun sebaliknya, ini terjadi ketika penyu penyu kecil mungil itu di lepas oleh orang orang gede (KaDis dan Pejabat lain) manjadi daya pancing photographer untuk mengambil beberapa moment penting, hingga beberapa photographer lain menjadi ikutan untuk berkumpul semeraut di area jalur pelepasan penyu sisik dan belimbing, dan yang paling parahnya lagi ada beberapa photographer yang seperti tidak punya etika dalam pengambilan gambar, mereka seenak otak dan kemauan sendiri, berdiri, duduk dan tidur2an sambil mengambil foto di jalur pelepasan penyu yang akan merangkak ke laut bibir pantai dan secara tidak sengaja saya yang mengambil gambar video merekam salah seorang photographer menindih anak penyu sisik mungil dengan siku nya. *dalam hati ini adalah BENCANA bagi penyu. hampir 80% anak penyu baik jenis sisik dan belimbing Lemas dan strees tidak bergerak karena kelakuan manusia seperti ini. dari puluhan penyu yang di lepas, aku mendapati satu penyu belimbing mati (sebelum pelepasan / dalam bak), dan satu penyu sisik koma (strees/lemas) tingkat tinggi saat pelepasan anak penyu.

Fakta ini telah aku rekam dan simpan di memory laptop, ini akan segera aku publish di media social dalam bentuk video singkat. berharap juga nanti ini bisa menjadi edukasi dan etika untuk semua orang.

Image

 

 

 

Yudi dan Teman Sang Penyelamat Penyu Lampuuk

Malam ini adalah menjadi tanggapan yang baik selepas bertemu Yudi, dia adalah salah satu orang yang fokus pada isu pelestarian penyu. sangat menarik. Yudi mengatakan bahwa masih banyak pemburu telur penyu di daerah nya. ini sangat mengkhawatirkan, ujarnya” Namun Yudi bersama teman2 sangat antusias untuk tetap konsisten dalam menjaga kehidupan penyu di pantainya (Lampuuk – Kabupaten Aceh Besar – Pprovinsi Aceh) Mereka membeli telur penyu dari pemburu ternyata, dengan uang seadanya. seberapa besar mereka sanggup mereka lakukan.Biasanya mereka membeli dengan mengikat kontrak dengan pemburu dan membayar sarang penyu yang disetujui,Kisaran /sarang penyu itu sebesar 300 s/d 500 ribu rupiah, dan kisaran telur dari 60 s/d 180 butir / sarang, Yudi mengatakan bahwa semakin banyak telur penyu dalam sarang, berarti semakin besar kemungkinan penetasan sempurna.Dari pengalaman Yudi dan teman2 komunitas KABARI, biasanya telur penyu menetas yang mereka capai itu 98%, membanggakan.Harga telur penyu yang di jual perbutir mencapai 3000 rupiah utk yang kecil dan yang besar sebesar 5000 rupiah. Yudi mengatakan, kita tidak bisa menghentikan pemburuan telur penyu, karena masyarakat juga butuh uang, kita hanya mengedukasikan, Yudi beserta teman2 sekarang menggalang orang tua asuh untuk penyu, ini sangat menarik aku pikir, karena akan banyak yg peduli :), Cara menjadi orang tua asuh sangat mudah, hanya dengan membeli telur penyu dari pemburu, kemudian Yudi akan membantu merawatnya dan Biasanya penetasan telur penyu mencapai +50 hari, kemudian orang tua asuh yang akan melepaskan langsung ke pantai – laut. Ini adalah sangat menarik untuk orang orang yang akan membantu pelestarian penyu di Aceh, cara ini hebat.Saya patut memberikan apresiasi kepada Yudi dan teman2 atas komitmen pelestarian penyu yang sangat terancam saat ini.Mungkin kita berpikir, tidak mungkin kita bisa menyelamatkan telur penyu dengan membeli dari pemburu, ingat, mereka juga manusia.Mereka memburu telur penyu dengan alasan sangat kuat, marilah membagi rezeky kita sedikit untuk mereka..Ini adalah bagaimana cara kita mengedukasikan secara perlahan dan baik untuk tidak memburu telur penyulagi, Mari kita saling berkontribusi untuk melakukan pelestarian penyu dan menjadi orang tua asuh pada telur penyu hingga menetas.Image

Si Jack ( Dibalik Kisah Bayi Orang Utan dan Etika Aktivis Lingkungan)

Sore tadi pukul 16:00 wib, aku tiba disebuah kebun binatang. sebuah kawasan wisata yang bernama Taman Rusa di daerah Sibreh – Kabupaten Aceh Besar. kunjungan ini hampir tidak jadi untuk mampir kesana karena alasan tidak punya kendaraan, tidak mungkin untuk jalan kaki karena menaiki kendaraan saja menempuh sekitar 20 menit untuk bisa sampai kesana dan untungnya ada teman baik (fakhirzan bin Mayeddin) yang bersedia menemani untuk berkunjung kesana, kunjungan kesana yaitu atas dasar sebuah media online yang menyebutkan ada bayi OrangUtan yang sedang sekarat karena tidak baiknya pemeliharaan, dari membaca berita online itu darah ku sangat mendidih mendengarnya, media menyebutkan si Jack tersiksa atas perlakuan karena di rantai, oke. aku ingin memastikan dan menuju ke tempat itu. sesampai disana kami langsung di curigai oleh beberapa pekerja yang dulu nya adalah kombatan GAM (kabar burung yang aku dengar, namun itu tidak pasti) menyapa mereka dan secara santai aku mengatakan, Saya dari Bla Bla dan ingin menjenguk Si Jack (bayi OrangUtan) belum selesai langsung di tanya untuk keperluan apa dan mau apa, dalam hati ini adalah kunjungan yang tidak tepat pikir ku, secara santai aku coba masuk dalam kerjaan mereka, mencoba melewati beberapa prosedur ketemu dari pekerja ke pekerja hingga aku bertemu dengan dokter hewan dari Unsyiah, beliau bernama Armand, dia adalah dokter yang mengurus tentang kesehatan si Jack sejak awal, bercerita santai kemudian mencari informasi tentang si Jack berasal dari mana, karena bg Armand tidak punya kewajiban untuk menceritakan ini kepada saya, beliau menunjukkan seorang pekerja lain yaitu bg Fadly, bg fadly adalah pawang sekaligus pengurus hewan secara aktif di lokasi itu. bertemu beliau dan meminta ijin untuk memotret si Jack namun gagal karena kondisi Jack yang terbaring lemas dan anjuran bg Fadly agar jangan di poto, ini alasan tidak di perbolehkan oleh bg Fadly :)), ” setelah aku telusuri karena berat hati melihat kondisi si Jack yang berasal dari Blang Pidie, kami pun bercerita sambil melihat2 lokasi kawasan Taman rusa itu, panjang cerita kemudian beliau curhat tentang ”  beberapa hari yang lalu ada orang yang masuk (aktifis mungkin) melihat2 kondisi kebun binatang itu dan secara tidak sopan memanggil bg Fadly secara sepontan dan menceramahi bg Fadly atas hukum bila memelihara satwa yang di lindungi, saya sempat terkejut” dan dari sambungan curhatan bg Fadly, mereka datang lagi dan mengatakan ini itu hingga sempat membuat bg Fadly jengkel, mendikte seolah bg fadly adalah salah, * sangat disayangkan memang, namun itu cerita yang aku dengar, aku coba masuk dalam pikiran bg fadly, sebenarnya dia juga penyayang binatang, aku juga menyampaikan edukasi dan informasi tentang keterancaman satwa yang di lindungi saat ini, belum lagi tentang RTRW tentang pengurangan 1,2 juta hektar hutan lindung menjadi hutan produksi, bg Fadly semakin geram mendengarnya.

Sebenarnya tidak ada salah untuk kita coba melindungi satwa yang terancam punah, namun untuk hal itu kita juga harus memikirkan cara yang baik untuk berdiskusi dengan mereka, misalkan dengan cara bermusyawarah secara kekeluargaan. lama lama kami bercerita aku mendapat pandangan positif untuk hal ini, secara tidak langsung si Jack akan di setujui untuk di lepas liarkan, namun kata bg fadly harus diskusi dulu dengan pak Nara, pak Nara adalah empunya tempat dan bos nya untuk Taman Rusa itu.. :)) jadi tidak sabaran untuk bertemu dengan Pak Nara hehe.. yah berharap si Jack bisa di lepas ke alam liar ketika sembuh nanti, jika di lihat dari ukuran si Jack yang kecil sebenarnya belum bisa di lepas secara langsung takut tidak bisa bertahan di alam liar. namun semua itu bisa dilakukan jika kita bisa saling menghargai dan bisa sadar diri. Aku sangat berharap bisa secepatnya bertemu dengan Pak Nara untuk bisa berdiskusi tentang ini dan semoga bisa melepas Jack secara liar bersama. amin. mohon doanya.

1366376532908527903

Photo : Google (karena tidak mendapat ijin saat kunjungan tadi)

Kawasan Leuser Siap Berganti Baju

 

 
 
 

0inShare

 

Kawasan Leuser Siap Berganti Baju

OPINI | 23 April 2013 | 02:23 Dibaca: 151    Komentar: 1    0

 
 

 

13666585121173245289

Leuser

 

“Wilayah hutan lindung akan di alih fungsi menjadi hutan produksi, termasuk pertambangan..segera” , ini sangat menakutkan selepas membaca berita yang mengabarkan bahwa hutan lindung Aceh akan di kuliti oleh perusahaan East Asia Minerals Corporation dari Kanada ini, dan kabarnya lagi Kementrian kehutanan telah memberikan peluang besar untuk perusahaan asal Kanada itu mengkuliti hutan lindung Aceh yang sangat di banggakan saat ini dan itu termasuk kawasan hutan Leuser yang sudah menjadi Hariatage of Sumatra yang di tetapkan oleh UNESCO. Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) adalah bencana bagi masyarakat aceh saat ini, dari luas hutan yang akan di kurangi itu sebesar 1,2 juta hektar dan itu sama dengan 20 kali luas kota jakarta.  Hal ini sangat di sayangkan atas keputusan periode pemerintahan Aceh Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf pada peralihan hutan lindung ke hutan produksi, mereka menyebutkan peralihan ini adalah project baik untuk kebun raya di Aceh dengan produksi besar baik kayu juga mineral – emas dan dapat mensejahterakan rakyat Aceh secara keseluruhan. dari isu ini belum apa apa saja sudah tercium kasus korupsi untuk kedepan, masa depan Aceh agar tetap menjadi paru paru dunia semakin sirna dan menghilang akibat isu ini. bukan itu saja, atas peralihan hutan lindung ini akan banyak satwa yang akan punah seperti badak, harimau, orang utan dan satwa endemik lainnya. belum lagi bencana yang akan di landa masyarakat pinggiran hutan seerti banjir bandang dan longsor.


Saat ini jika ada masyarakat atau massa yang memprotes isu kelestarian hutan Aceh bisa saja di anggap sebagai pengganggu keamanan di Aceh, sementara yang aku baca di Social network baik Facebook dan Twitter banyak kongXkong antara pemerintahan dan pengusaha yang tidak transparan atas perencaaan RTRW ini, banyak kasus illegal logging yang di putihkan atas dasar tidak jelas, seperti pembukaan lahan 6000 hektar di Aceh tamiang sampai sekarang kasus itu hilang dan menjadi legal.  entahlah.. aku sebagai warga Aceh sangat menyayangkan jika Hutan Aceh di babat habis karena nafsu manusia yang hanya memikirkan perut pribadi dan beberapa kelompok saja, sementara masyarakat pinggiran hutan harus menanggung resiko bencana banjir dan longsor, dan belum lagi konflik antara satwa dan manusia.