Aku, di Balik Secangkir Kopi.

Bermula saat aku masih takut akan efek yang di timbulkan oleh secangkir kopi, teman-teman ku mengatakan bahwa caffein pada secangkir kopi bisa membuat kita gelisah dan tidak akan bisa tidur saat malam hari. Awalnya aku masih percaya akan mitos itu, namun yang aku ketahui bahwa kopi itu bukan racun. iseng-iseng googling dan mulai mencari tahu apa yang terkandung di dalam kopi, dan akupun menemukan semangat baru untuk mencobanya meskipun secara perlahan. semalaman membaca artikel kopi melalui internet dan menentukan kapan aku harus mencoba minum secangkir kopi. Ternyata kopi adalah satu minuman kebanggaan bagi penikmatnya, termasuk bagi aku sendiri.. setiap kafein yang terkandung dalam secangkir kopi adalah inspirasi tak terbatas untuk memainkan peranan menciptakan ide ide menarik tentunya.. hehee… karena pada umumnya manusia membutuhkan 150mg cafein /hari nya untuk energi beraktifitas yang stabil. Menurutku, kecanduan terhadap kopi adalah hebat, selain nikmat kopi juga bisa untuk kesehatan karena memiliki efek pada setiap tubuh manusia. Walau pun terkadang ada yang berasa secara langsung dan ada juga yang tidak, itu disebabkan sifat genetika yang dimiliki masing-masing individu terkait dengan kemampuan metabolisme tubuh dalam mencerna kafein dan hasil penelitian, Kandungan kafein yang terdapat di dalam secangkir kopi ternyata mampu menekan pertumbuhan sel kanker secara bertahap.. WOOWWWW..!!! mengagumkan. Tanpa sadar aku lebih kuat mengalahkan sugesti bahwa kopi lebih banyak buruk itu ternyata salah, hingga pada akhirnya belajar tentang kopi yang kebetulan aku dibesarkan di daerah Gayo, Aceh Tengah. Adalah salah satu penghasil kopi arabika dan robusta yang memiliki karakter rasa istimewa, bagaimana tidak, di setiap daerah gayo yang memiliki kebun kopi ada bermacam karakter cita rasa, mulai dari cita rasa asam buah-buahan, kacang, susu, paprika hingga coklat, after taste istimewa dengan kekuatan body yang menakjubkan. aku berani menyebut Gayo sebagai Seribu satu rasa kopi, bahkan ada cupper yang menyebut cita rasa kopi dunia ada di Gayo. Ini perlahan menjadi hobi yang sangat mengasyikkan bagiku, belajar cupping bersama cupper lokal (Q-Grader) dan cupper dunia dan  juga bagaimana aku bisa  memanggang kopi saat ini. Hingga sekarang secangkir kopi menjadi bagian hidup yang tidak dapat dipisahkan, semakin dalam aku belajar tentang kopi aku semakin merasa tidak tau apa-apa tentang kopi. Saat ini tahun 2015 Aceh sudah dikenal dengan 1000 Warung kopi lokal bergaya tradisional dan modern, beragam cara penyajian mulai dari cara yang klasik menyaring kopi hingga menggunakan mesin espresso seharga ratusan juta, menu yang disajikan oleh barista otodidak dan bersertifikat  juga banyak di cafe atau Warung kopi Aceh, salah satu yang paling diminati oleh penikmat kopi Aceh adalah menu “Sanger”, menu Sanger yang tidak ada sejarah tertulis katanya menu ini tercipta oleh permintaan anak kost tahun 90an yang ingin menyeruput kopi susu saat itu dan menyebut “sama-sama ngerti” hingga perlahan kopi tersebut menjadi singkatan Sanger, komposisi menu sanger itu awalnya hanya kopi saring jenis robusta dan susu kental manis, jika perbandingan segelas sanger adalah kopi (3) : susu (1). Beranjak waktu semakin modern sekarang segelas sanger sudah diracik dengan kopi jenis arabika, bahkan sudah diolah pada menu espresso yang ditambahkan sedikit susu kental manis lalu di steam sejenak hingga 3-5 detik, penikmat disini menyebut menu ini Sarabik atau Sanger Arabika.

Sebenarnya aku sendiri sangat suka kopi berjenis arabika dan robusta yang ada di Indonesia, kopi lokal Indonesia itu adalah sumber daya yang paling diburu oleh pembeli diluar negeri, pernah mencoba beberapa kopi yang diberikan oleh sahabat dari beberapa daerah seperti Jawa, Bali, Sulawesi, hingga wamena. kami bertukar kopi (semacam barter) hehe.. Bagi kami Kopi Indonesia adalah terbaik.  Lalu sepengetahuan saya, produsen terbaik kopi jenis robusta itu ada di Lampung, daerah yang sangat baik untuk perkebunan kopi karena di apit oleh kawasan hutan yang masih terjaga. Ini akan sangat menarik sekali jika saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi perkebunan kopi di Lampung bersama Nescafe. Twitter : @indieGem Facebook: Danurfan

Iklan

One thought on “Aku, di Balik Secangkir Kopi.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s