Perempuan dan Perubahan Iklim.

Perempuan dan Perubahan Iklim.
IMG_0087.jpg
Bagi mereka yang mayoritas hidup dipinggiran hutan dan tergantung dari sumber daya alam lokal yang juga sebagai mata pencaharian, dibeberapa daerah perkampungan di Aceh kaum perempuan kerap sekali menghadapi permasalah sosial dilingkungan nya atas dasar keterbatasan tingkat pendidikan, ekonomi, politik dan partisipasi pengambil keputusan.

Sebenarnya tanpa sadar kita mengetahui bahwa dari beberapa kasus yang telah ditulis oleh beberapa peneliti atau bahkan yang kita lihat sendiri bahwa (“Anak-anak dan perempuan negara miskin yang sedang berkembang yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan bahan bakar tradisional, tugas yang menguras fisik yang dapat memakan waktu dari 2 sampai 20 jam atau lebih per minggu. Akibatnya, wanita kurang mempunyai waktu untuk memenuhi tanggung jawab rumah tangga mereka, untuk mendapatkan uang, terlibat dalam politik atau kegiatan publik lainnya, belajar membaca atau memperoleh keterampilan lainnya, atau hanya beristirahat. Para anak perempuan kadang-kadang pulang dari sekolah tinggal di rumah untuk membantu mengumpulkan bahan bakar, mengabadikan siklus ketidakberdayaan. Bahkan kalau kerusakan lingkungan memaksa mereka untuk mencari sumber daya lebih jauh, wanita dan anak perempuan menjadi lebih rentan terhadap cedera akibat membawa beban berat dalam jarak jauh, dan juga menghadapi peningkatan resiko pelecehan dan kekerasan seksual.” – Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa tenggara)

Kesehatan pada wanita dan anak-anak sering lebih mudah menurun dan terserang penyakit saat dampak perubahan iklim terjadi, efek ini juga terjadi karena gagal panen sehingga ketahanan pangan terganggu dan sudah pasti harga kebutuhan primer akan meningkat dengan harga tinggi, ini lagi-lagi menjadi beban, tekanan pikiran, batin, jiwa dan raga bagi kaum perempuan, menurut saya.

Perempuan pada Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim.

1. Perempuan adalah aktor atau agen perubahan yang efektif terkait dengan mitigasi dan adaptasi dalam isu perubahan iklim.
2. Perempuan sering memiliki pengetahuan dan keahlian yang kuat yang dapat digunakan dalam mitigasi perubahan iklim, Strategi pengurangan bencana dan adaptasi terhadap lingkungan disekitarnya.
3. Memposisikan mereka dengan baik untuk membantu dalam strategi penghidupan yang disesuaikan dengan realitas perubahan lingkungan.

Foto: Aceh Singkil tahun 2010 saat menjadi relawan di #tropicalsociety.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s