Emas dan merkuri di Aceh yang Jaya (kutipan tweet @IndieGem #merkuri)

Foto : Tropical Society
Foto : Tropical Society
  1. Tahun 2010 sempat masuk ke Gunung Ujeun yg berada di Aceh jaya. sebagai relawan untuk sebuah NGO lingkungan. prediksi mulai muncul merkuri
  2. Gunoeng Ujeun *gunung hujan* bahasa Aceh, adalah sumber emas yang cukup berlimpah di Aceh jaya.
  3. Jika dipersentasikan, hampir 90% masyarakat didaerah Gunoeng Ujeun bekerja sebagai penambang saat itu.
  4. Bukan hanya masyarakat pribumi, ada warga dari pulau Jawa (Bogor, Bandung) yang melihat potensi ini juga datang berbondong.
  5. Cara menambangnya sangat tradisional sekali, mengorek lubang secara manual, tingkat keselamatan adalah Nasib.
  6. Kedalaman lubang penambang2 itu bisa sampai puluhan meter ke perut bumi saat itu. (2010), soal Oksigen ? ah mereka bisa bertahan.
  7. Disisi lain, Penebangan Hutan juga marak dikawasan Gunoeng Ujeun tersebut.
  8. Tempat gelondong juga tidak ramah lingkungan, secara tradisional dan pembuangan limbah juga tidak baik.
  9. Alat penggelondongan yang menggunakan Zat Merkuri (B2) digunakan aktif untuk memisahkan emas dari baku tambang.
  10. Zat merkuri inilah yang sebenarnya sangat membahayakan dan tergolong mematikan. digunakan secara bebas pula.
  11. Limbah yang mengandung zat merkuri tersebut dibuang ke sungai, sepanjang sungai yang menjadi sumber air bagi masyarakat.
  12. Ingat, bahaya merkuri tersebut bukan lagi mitos, prediksi dari 2010 lalu saat ekspedisi kesana sebagai relawan menjadi kenyataan.
  13. Air sungai tercemar, berdampak para perusakan lingkungan yang semakin membahayakan dari waktu ke waktu.
  14. Bukan hanya sungai yang akan tercemar, Sumur dan persawahan juga akan tercemar oleh zat merkuri ini.
  15. Bukan tidak mungkin jika tidak dilakukan penyadaran lebih cepat, seluruh Aceh Jaya akan tercemar limbah logam merkuri.
  16. Beberapa penelitian, baik dari dinas kesehatan Aceh jaya dan Unsyiah menyatakan bahwa Krueng Sabee, Aceh Jaya sudah tercemar merkuri.
  17. Ya Allah, bukan juga karena merkuri, penambang juga banyak wafat karena tertimbun lubang penambangan dan malaria.
  18. Estimasi penggunaan merkuri perharinya mencapai 3 kg/hari/unit (0,75 kg x 4 penggilingan/hari).Jumlah kilang yg beroperasi 100 unit.
  19. Pemakaian merkuri perharinya mencapai 300 kg/hari, 70 % terjadi penyusutan & 30 % hilang terbawa air (terbuang dalam bentuk limbah.
  20. This –> Limbah pada aliran sungai Krueng Sabee di perkirakan sebesar 32.400 kg/tahun atau sekitar 32,4 ton/tahun.
  21. Pertemuan Perubahan Iklim beberapa hari lalu bersama beberapa CSO – NGO – Pemerintah Aceh dan TNI POLRI, menyatakan yang sama.
  22. OK, apa yang berbahaya dari Zat merkuri ?  Imbas merkuri pada semua ekosistem yang pernah berhubungan dengan sungai Krueng Sabee jg berpotensi menimbulkan penyakit minamata. Limbah merkuri mengakibatkan kerusakan paru-paru, muntah-muntah, peningkatan tekanan darah/denyut jantung, kerusakan kulit dan iritasi mata, merusak sistem syaraf, kesemutan mulai dari daerah sekitar mulut hingga jari dan tangan, pengurangan pendengaran atau penglihatan. 
  23. Isu lagi, bahwa galon isi ulang air minum di Aceh jaya sudah tercemar juga hasil tes laboratorium. sebagian sdh ditutup produksinya.
  24. Bukan hanya manusia, tumbuhan, ikan dan cacing juga akan mati secepatnya. Aceh jaya dalam BAHAYA!! 
  25. Manusia mana yang tidak tertarik dengan keuntungan besar dari tambang emas? baik, kita akan menghitung keuntungan, 1 kilogram Zat merkuri sekitar Rp. 650.000. harga yang murah dan sangat mudah dibeli di Aceh Jaya, Sementara biaya operasional kilang emas tradisional, jika setiap hari memerlukan 60 kilogram merkuri maka biaya operasinya Rp39 juta/hari,  Pabrik pengilingan merkuri jika berproduksi 1thn, maka biaya operasinya Rp14,1 milyar uang utk beli merkuri, Nah, tahun 2010 kesana mereka bisa menghasilkan uang Rp.20.000.000/ hari (toke gelondong), penambang bisa 7-10 juta/ hari.
  26. Namun apa, saat ini limbah merkuri ada di dalam tubuh anak istri mereka semua, ada juga kelahiran dengan kondisi tubuh yang cacat. Ya Allah..
  27. Siapa yang disalahkan soal pencemaran limbah merkuri di Aceh Jaya? siapa yang bertanggung jawab untuk masa depan?
  28. Masalah lingkungan seperti ini harus dilihat dari berbagai aspek, terutama pada kesejahteraan ekonomi masyarakat di Aceh Jaya.
  29. Bertani? iya mereka bertani, perubahan iklim menjadikan mereka butuh yang penghasilan cepat | dilema untuk memilih baik dan buruk.
Iklan

“Hutan akan diselamatkan oleh Bencana”

Gambar

Selepas PilPres, jika ingin memasuki Hutan Aceh diwilayah mana pun harus memiliki surat resmi melebihi simaksi dari TNI. *Kiamat Sugra.

Sangat disarankan untuk mengumpulkan semua foto Hutan Aceh, sebelum menyesal kita nanti hanya melihat dari dalam jendela mobil.

Sumber air dari Hutan Aceh akan di jaga ketat oleh Militer, tidak ada kesempatan mencicipi langsung. HPH akan meluas di 2015.

Kawasan Taman Nasional Hutan Gunung Leuser akan hilang dari daftar warisan dunia yang dibuat oleh UNESCO. segera !

Benar, kita tidaklah akan cepat berdampak saat ini. namun akan sangat terasa jika nanti kita mengeluh ketika air mineral akan sangat Mahal.

Sementara rakyat Aceh sangat bangga dengan Hutan yang merupakan paru paru dunia dan sebuah wujud apresiasi dunia sebagai penyeimbang udara.

Bukan rahasia jika didalam kawasan hutan lindung Aceh banyak pembalakan liar, pembukaan lahan baru untuk berkebun.

Jujur aku sangat sepakat jika rakyat Aceh sendiri yang memamfaatkan SDA nya, biarkan mereka menebang pohon, biarkan mereka membuka lahan.

masyarakat Aceh tidak akan mampu menghabisi SDA Aceh dalam 7 keturunan, ketika mereka masih memaknai hutan dalam hukum Adat.

“Kearifan masyarakat Aceh juga terdapat dalam larangan menebang pohon pada radius sekitar 500 meter dari tepi danau 200m dari tepi mata air & kiri-kanan sungai pada daerah rawa, sekitar 100m dari tepi kiri-kanan sungai, sekitar 50m dari tepi anak sungai”

adat Aceh terdapat pantangan masuk hutan atau hari-hari yang dilarang. Karena orang Aceh kental keislamannya. seperti hari hari besar.

Dari hal tersebut, aku akan rugi jika kita menyalahkan masyarakat yang menebang di hutan sana, yang membuka lahan. ingat mereka butuh makan.

Mungkin kita berteriak “bajingan” untuk para penebang hutan, kita salahkan masyarakat yang tidak sekolah terkadang. dulu termasuk aku !

Satu orang pemuda dewasa hanya mampu menebang 1 batang pohon, yang hanya di bayar Rp. 50.000 perhari, sudah makan dan sewa kerbau Rp. 25.000

“Jika saya tidak bekerja seperti ini, kami harus mencari uang dimana ? bagaimana menafkahi hidup istri dan anak anak kami ? ” | …

Penangkapan juga banyak terjadi pada penebang liarnya saja, sementara penegak hukum mengetahui cukong nya itu siapa dan dimana. ini sakit 😦

“Hutan akan diselamatkan oleh Bencana” – sebuah ungkapan yang terlalu dalam dan pesimis untuk kita menyuarakan penyelamatan hutan Aceh.

Kopi Gayo untuk Dunia ? very late post “2011

Kopi merupakan komoditas ekspor yang mempunyai nilai ekonomis relatif tinggi di pasaran dunia, kopi asal Gayo cukup terkenal di dunia karena memiliki aroma dan kenikmatan yang khas dan jika di cupping atau di test rasa dan aroma di daerah gayo hampir memiliki cita rasa kopi yang ada di seluruh dunia, ini di akibatkan karena faktor ketinggian dan beberapa unsur lain yang menjadikan kopi gayo adalah yang terbaik.
Kopi dari daerah gayo juga merupakan kopi termahal di dunia ini terbukti pada saat pameran kopi dunia yang diselenggarakan organisasi Specialty Coffee Association of America (SCAA) di Portland, Oregon Convention Center, Amerika Serikat.
Namun, ironisnya, di tengah semakin terkenalnya kopi gayo, ternyata petaninya masih hidup miskin. ini adalah permasalahan yang sangat sensitif karena akan membuat petani sulit untuk berkembang secara cepat dan akan menjadi kurang motivasi para petani nanti nya untuk menjaga kualitas kopi terbaik saat ini.

Aceh, kebun sawit yang diklaim tidak merusak lingkungan ?

Deforestasi

  Pertanian dan Perkebunan merupakan salah satu sektor penting untuk negara sedang berkembang seperti Indonesia,  satu nya adalah kebun kelapa sawit.  Sawit yang dapat menghasilkan minyak mentah (CPO) mampu memberikan keuntungan besar untuk indonesia,  terlebih dalam bursa saham internasional.

Minyak mentah yang dihasilkan oleh kelapa juga sangat dibutuhkan untuk kebutuhan manusia sehari-hari, seperti minyak goreng, sabun/shampoo, bahan bakar dan lain-lain. namun harus dilihat dari sisi lain bahwa sawit merupakan ancaman yang terbesar bagi hutan Indonesia sendiri, mengapa? dari penanaman sawit tersebut memerlukan lahan yang basah dan lahan baru. salah satu lahan terbaik sawit adalah kawasan hutan / lahan gambut yang saat ini menjadi prioritas untuk dilestarikan.  Ancaman ini selalu hadir akibat pembukaan kebun sawit, membuka hutan demi permintaan pasar internasional dengan hasil panen sawit yang baik, hutan di babat, lahan dibakar adalah bencana awal yang akan mendatangkan bencana besar nantinya.

Beberapa hari lalu Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) menggelar “Workshop Industri Perkebunan Kelapa Sawit yang Berkelanjutan”, di Hotel berbintang -Hermes Hotel.     Kutipan yang membuat saya “TERPUKAU” adalah : “Potensi pengembangan kelapa sawit di Aceh sangat besar. Selain banyak lahan yang masih kosong, tanaman tersebut juga dapat ditanam di lahan kritis, sehingga memberikan dampak yang besar bagi peningkatan perekonomian Aceh, serta tidak merusak lingkungan.”  – angin surga ini dikeluarkan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpian Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asmar Arsjad.  (Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2014/04/02/potensi-kelapa-sawit-aceh-cukup-besar )

Mencurigakan, itu yang terlintas dibenak pikiran ku ketika pak Asmar Arsjad mengatakan, ” tidak benar isu negatif tentang sawit yang menyerap air terlalu banyak dan menggangu keseimbangan lingkungan”  .. – Penelitian yang saya cari bahwa  *Satu batang pohon kelapa sawit, menyedot 20 sampai 40 liter sehari, dan dapat menyedot air sampai kedalaman 5,2 meter, seperti diamati di Pantai Gading, Afrika Barat (Kallarackal, Jeyakumar & George 2004: 52,), ukuran itu untuk satu batang pohon sawit, bagaimana pohon nya ribuan, jutaan ?*  dan dari  satu sisi saya melihat kasus yang terjadi baik di Kalimantan dan yang baru saat ini terjadi di Riau soal kebakaran hutan karena membuka lahan perkebunan sawit, banyak kasus lain yang terjadi baik konflik antara Warga dan perusahaan, ada juga konflik satwa dan manusia.   Jelas itu terjadi karena perebutan kawasan, di Kalimantan pembukaan lahan sawit yang secara membabi buta memusnahkan habitat OrangUtan,   di Riau sendiri pembukaan lahan sawit memusnahkan habitat Harimau dan Gajah, belum lagi sengketa lahan antara masyarakat dan perusahaan nya hingga di backup pasukan bayaran untuk menjaga dan memusnahkan penduduk asli –> contoh kasus (Suku Anak Dalam).

Apakah bencana ini akan terjadi juga di Aceh ? .. iya, bencana itu akan terjadi juga di Aceh jika perusahaan sawit masuk membabi buta ke Nanggroe kaya sumber daya alam. kalau dikatakan bahwa PAD akan meningkat karena sawit itu sangat benar, namun apakah itu bisa menjamin rakyat Aceh juga akan sejahtera ? apakah hutan Aceh bisa lestari ? omong kosong apalagi yang akan dilontarkan oleh pemerintah Aceh selanjutnya ?

Mengatakan isu kafir yang membuat sawit jadi negatif di mata masyarakat Indonesia, lalu CPO yang dihasilkan nanti di jual kemana? ke pedagang asongan ? atau ke mak yang meukat ranup di depan mesjid raya ? – ungkapan yang aneh, angin surga yang dihembuskan juga sangat kuno sekali.    Entahlah.. terkadang manusia terlalu sibuk dengan sifat kepahlawanannya,  menganggap diri sebagai khalifah yang memperbaiki ekosistem lingkungan Aceh,   padahal jika ditelaah pada Alquran , Surat Al -baqarah ayat 11-12 – “ Dan bila dikatakan kepada mereka:’Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi’. Mereka menjawab: ’Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan’.(11). Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (12). “

Kebijakan ada di Pemerintahan Aceh, kita masyarakat Aceh hanya bisa melihat dan menangisi dari balik semak-semak yang terbakar. Salam.

Kawasan Hutan Leuser Aceh siap berganti baju ?

 
 

13666585121173245289

Leuser

“Wilayah hutan lindung akan di alih fungsi menjadi hutan produksi, termasuk pertambangan..segera?” , ini sangat menakutkan selepas membaca berita yang mengabarkan bahwa hutan lindung Aceh akan di kuliti oleh perusahaan-perusahaan besar, dan kabarnya lagi ada dukungan hebat yang telah memberikan peluang besar untuk perusahaan itu guna mengkuliti hutan lindung Aceh yang sangat di banggakan saat ini dan itu termasuk kawasan hutan Leuser yang sudah menjadi Hariatage of Sumatra yang di tetapkan oleh UNESCO. Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) adalah bencana bagi masyarakat aceh saat ini, dari luas hutan yang akan di kurangi itu sebesar 1,2 juta hektar dan itu sama dengan 20 kali luas kota jakarta.  Hal ini sangat di sayangkan atas keputusan periode pemerintahan pada peralihan hutan lindung ke hutan produksi, mereka menyebutkan peralihan ini adalah project baik untuk kebun raya di Aceh dengan produksi besar baik kayu juga mineral – emas dan dapat mensejahterakan rakyat Aceh secara keseluruhan. dari isu ini belum apa apa saja sudah tercium kasus korupsi untuk kedepan, masa depan Aceh agar tetap menjadi paru paru dunia semakin sirna dan menghilang akibat isu ini. bukan itu saja, atas peralihan hutan lindung ini akan banyak satwa yang akan punah seperti badak, harimau, orang utan dan satwa endemik lainnya seperti yang telah dikampanyekan sebelumnya oleh Greenpeace Protect Paradise. belum lagi bencana yang akan di landa masyarakat pinggiran hutan seperti banjir bandang dan longsor.

Hutan di Indonesia dalam masa kritis karena penebangan yang terus dan terus tanpa ada henti untuk perusahaan-perusahaan besar, padahal Kehidupan masyarakat di pinggiran hutan saat ini sangat bergantung dari Sumber daya alam di sekitar kawasan nya, baik itu dari jenis hutan yang bisa di mamfaatkan maupun jenis yang dilindungi oleh pemerintah (kayu/pohon). namun tidak dapat kita pungkiri bahwasanya mereka sangat bergantung pada apa yang ada di hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari – hari.

entahlah, aku yang penikmat untuk menikmati keindahan hutan hujan indonesia mungkin hanya bisa ku nikmati di masa generasiku saja, belum tau nanti di masa depan. apakah hutan hanya dalam gambar foto-foto yang kita rekam atau bahkan anak anak cucu kita terdiam dan berfantasi ketika mendengar kata ‘Hutan’.  #ProtectParadise sekarang !

Kopi Kertoep

Kertoep dalam bahasa Gayo adalah “gigit (menggigit tidak menegunyah)” , nah, penyajian kopi kertoep ternyata ada di Gayo, Kopi kertoep disajikan dengan cara klasik, yaitu kopi diseduh *tubruk sedikit gilingan halus dan disajikan juga dengan gula aren. Sebelum kita minum secangkir kopi tersebut, kita mulai dengan menggigit gula aren sebesar dadu 1-2 cm. kemudian baru seruput kopi,

Di Gayo, sajian kopi kertoep ini sudah dilakukan secara turun temurun tweep 🙂 hingga saat ini kita masih bisa menjumpai cara ini, metode minum kopi kertoep menjadikan sensasi tersendiri bagi penikmat secangkir kopi gayo, karena manis aren dan pahitnya kopi. karena saat kita menggigit gula aren tadi, kopi akan melelehkan gula tersebut langsung di dalam mulut kita dengan sensasi nikmat.

Ketika gula aren menyatu dengan kafein, kita akan merasa langit langit rongga mulut menangkap sebuah kenikmatan hebat juga 🙂Gambar

Penyu Juga Makhluk Hidup

Penyu adalah hewan laut yang sangat dilindungi saat ini, pada tanggal 08 april 2013 pukul 17:00 dilakukan pelepasan penyu di pantai Lampuuk, Kabupaten Aceh besar, perjalanan sekitar 15 – 20 menit dari kota Banda Aceh. anak penyu ini adalah hasil dari penangkaran oleh komunitas dari daerah tersebut (lampuuk) dan hari itu adalah pelepasan penyu yang di ikuti oleh beberapa komunitas lingkungan, media massa, wisatawan lokal-luar negeri dan PHOTOgrapher. ada 2 jenis penyu yang di lepas yaitu penyu sisik dan penyu belimbing. Namun ceremonial tadi bukan seperti yang aku bayangkan sebelumnya, melihat penyu bisa bahagia lepas ke Alam liar nya, tapi pelepasan tadi adalah bencana dan ketakutan penyu yang aku pikir sama jika aku menjadi penyu di mana penyu di ekploitasi dalam pangambilan moment gambar, penyu di kelilingi hingga terlihat strees akan pergerakan manusia yang begitu banyak.

Sebenarnya panitia sudah membuat pembatas untuk para pengunjung dan photographer, namun pembatas yang hanya beberapa pacuk kayu kecil dan di ikat dengan tali plastik bukanlah hal yang menjadi pembatas untuk tidak dilewati atau langkahi namun sebaliknya, ini terjadi ketika penyu penyu kecil mungil itu di lepas oleh orang orang gede (KaDis dan Pejabat lain) manjadi daya pancing photographer untuk mengambil beberapa moment penting, hingga beberapa photographer lain menjadi ikutan untuk berkumpul semeraut di area jalur pelepasan penyu sisik dan belimbing, dan yang paling parahnya lagi ada beberapa photographer yang seperti tidak punya etika dalam pengambilan gambar, mereka seenak otak dan kemauan sendiri, berdiri, duduk dan tidur2an sambil mengambil foto di jalur pelepasan penyu yang akan merangkak ke laut bibir pantai dan secara tidak sengaja saya yang mengambil gambar video merekam salah seorang photographer menindih anak penyu sisik mungil dengan siku nya. *dalam hati ini adalah BENCANA bagi penyu. hampir 80% anak penyu baik jenis sisik dan belimbing Lemas dan strees tidak bergerak karena kelakuan manusia seperti ini. dari puluhan penyu yang di lepas, aku mendapati satu penyu belimbing mati (sebelum pelepasan / dalam bak), dan satu penyu sisik koma (strees/lemas) tingkat tinggi saat pelepasan anak penyu.

Fakta ini telah aku rekam dan simpan di memory laptop, ini akan segera aku publish di media social dalam bentuk video singkat. berharap juga nanti ini bisa menjadi edukasi dan etika untuk semua orang.

Image